Jakarta, CNBC Indonesia – Pengguna layanan chat WhatsApp tak bisa begitu saja abai dengan masa aktif akun WhatsApp mereka. Ini karena pihak WhatsApp bisa saja menghapus akun Anda, karena sudah melewati batas tak aktif yang ditentukan.
Misalnya, para pengguna WhatsApp di Kashmir tak bisa lagi menggunakan layanan chat milik Facebook tersebut, kabarnya jumlahnya mencapai puluhan ribu. Mereka ditendang dari WhatsApp karena lama tidak aktif.
Kejadian ini salah satu efek pemadaman internet selama empat bulan yang diberlakukan pemerintah India setelah wilayah tersebut dilucuti dari otonominya pada Agustus lalu.
“Untuk menjaga keamanan dan membatasi penyimpanan data, akun WhatsApp pada umumnya akan berakhir setelah 120 hari tidak aktif. Ketika itu terjadi, akun-akun itu secara otomatis keluar dari grup WhatsApp mereka,” kata juru bicara Facebook.
Dijelaskan juru bicara tersebut, para pengguna perlu ditambahkan ulang ke grup setelah mendapatkan kembali akses ke internet dan bergabung kembali dengan WhatsApp. Namun Facebook tidak mengungkap berapa banyak warga Kashmir yang terdampak.
Untuk diketahui, WhatsApp punya 400 juta pengguna di India. Jumlah yang masif ini tentu saja membuat India menjadi pasar terbesar WhatsApp.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri India Subrahmanyam Jaishankar mengatakan pemadaman internet terpaksa dilakukan untuk mencegah hal-hal tidak diinginkan.
“Media sosial dan internet telah disalahgunakan untuk meradikalisasi orang,” ujarnya. Namun tidak diketahui hingga kapan pemadaman internet di Kashmir berlangsung.
Jakarta, CNN Indonesia — Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) meminta pemerintah pusat dan daerah mengevaluasi sistem belajar di rumah karena sekolah diliburkan selama wabah covid-19 atau penyakit virus corona merebak.
Komisioner KPAI bidang pendidikan, Retno Listyarti menilai sistem belajar di rumah yang diterapkan sekolah tidak efektif karena belum ada pemahaman yang baik oleh para guru. Sebab selama kebijakan belajar dari rumah, banyak guru malah memberikan tugas-tugas sampai menumpuk yang berujung para siswa menjadi stres.
Retno Listyarti
“KPAI menerima pengaduan sejumlah orangtua siswa yang mengeluhkan anak-anak mereka malah stres karena mendapatkan berbagai tugas setiap hari dari para gurunya,” tuturnya melalui keterangan pers yang diterima CNNIndonesia.com, Rabu (18/3). Ia menduga kebanyakan guru mengartikan belajar di rumah dengan memberikan tugas secara daring, dan meminta siswa mengumpulkan tugas setiap hari. Pada akhirnya tugas yang diberikan kepada siswa selama 14 hari belajar di rumah menumpuk. Sehingga siswa kewalahan mengerjakan tugas.
“Karena semua guru bidang studi memberikan tugas yang butuh dikerjakan lebih dari 1 jam. Akibatnya, tugas makin menumpuk-numpuk, anak-anak jadi kelelahan,” ujarnya.
Padahal, kata Retno, seharusnya guru memberikan aktivitas yang merangsang otak siswa agar rutin belajar. Sehingga ketika kembali masuk ke sekolah, siswa tidak tertinggal dan tetap semangat.
“Jadi ritmenya bisa diatur bukan malah membuat anak tertekan, perasaaan tertekan dan kelelahan justru dapat berdampak pada penurunan imun pada tubuh anak,” pungkasnya.
Lebih lanjut Retno menduga hal ini terjadi karena Dinas Pendidikan setempat tidak memberikan edukasi yang maksimal terkait sistem belajar di rumah sebelum memutuskan merumahkan siswa.
Dengan persiapan yang baik, maka teknis belajar di rumah tidak hanya pemberian tugas. Misal, katanya, guru seharusnya tidak memberikan tugas berbarengan sehingga tugas tidak menumpuk.Tugas yang diberikan juga tidak harus terpaku pada bentuk soal. Tapi bisa dengan menyuruh siswa membaca buku cerita, dan melaporkan kembali hasil bacaannya. Untuk itu, KPAI mendorong agar Dinas Pendidikan setempat dan kepala sekolah mengevaluasi kembali metode belajar di rumah. Sehingga tidak menimbulkan beban untuk siswa.
Metode belajar juga diharapkan bisa mengikutsertakan interaksi antara guru dan siswa, meskipun secara virtual. Sehingga guru bisa membimbing siswa selama belajar dari jarak jauh. Dan bagi pemerintah daerah yang belum menginstruksikan guru dan tenaga kependidikan bekerja dari rumah, KPAI mendorong pemerintah setempat segera mengeluarkan surat edaran tersebut.
Beberapa daerah mulai merumahkan siswanya mulai Senin (16/3) lalu. Menyusul instruksi tersebut, Provinsi DKI Jakarta dan Jawa Barat juga meminta guru dan tenaga kependidikan bekerja dari rumah.
Namun sejumlah guru menganggap kebijakan ini berdampak pada efektifitas belajar siswa. Khususnya untuk sekolah yang tidak memiliki fasilitas komunikasi yang mumpuni. Akhirnya guru terpaksa melakukan kegiatan belajar dengan memberikan tugas, karena tidak bisa berinteraksi dengan siswa yang tak punya fasilitas komunikasi. (fey/o ๐ธ๐๐ ๐๐ผ๐๐ธโ๐พ๐ธ๐ ๐น๐ผ๐๐ธโโ๐๐ธ!!
๏ผถ๏ผฉ๏ผฒ๏ผต๏ผณ ๏ผฃ๏ผฏ๏ผฒ๏ผฏ๏ผฎ๏ผก di Indonesia sudah positif. Virus berbahaya ini sedang menjadi bahan perbincangan masyarakat dunia oleh karena penularannya yang mulai terjadi secara masif. Lantas, apa itu virus Corona beserta penyakit yang ditimbulkannya? Simak informasinya berikut ini!
ใ๏ผก๏ฝ๏ฝใ๏ผฉ๏ฝ๏ฝใ๏ผถ๏ฝ๏ฝ๏ฝ๏ฝใ๏ผฃ๏ฝ๏ฝ๏ฝ๏ฝ๏ฝ๏ผใ
Virus Corona adalah jenis virus dari familiย Coronaviridaeย yang bisa menginfeksi sistem pernapasan baik manusia maupun hewan. Kendati demikian, virus ini lebih banyak ditemukan pada hewan. Virus Corona pertama kali teridentifikasi pada periode 1960-an. Diberi nama Corona oleh karena struktur tubuhnya yang tampak menyerupai mahkota.ย
Selain bentuknya yang menyerupai mahkota (crown-like virus), struktur tubuhย Corona virusย terdiri dari membran, glikoprotein, selubung lipid bilayer, nukleokapsid, dan genom RNA positif.
Secara umum, virus Corona atauย Coronavirusย terdiri dari 4 subtipe yakniย alpha, beta, gamma,ย danย deltaย yang mana keempat subtipe tersebut dibagi lagi menjadi 7 (tujuh) jenis virus, yaitu:
229E
NL63
OC43
HKU1
MERS-CoV (Penyebab penyakitย Middle East Respiratory Syndrome,ย atau MERS)
SARS-CoV (Penyebab penyakitย Severe Acute Respiratory Syndrome,ย atau SARS)
2019-nCoV
Jenisย Coronavirusย terakhir inilah yang kini sedang menjadi kekhawatiran warga dunia. Pelaporan wabah Virus Corona 2019-nCoVโdisebut juga virus Corona โbaruโโpertama kali diterima oleh WHO pada 31 Desember 2019. Lokasinya ada di negara China, tepatnya di kota Wuhan yang merupakan bagian dari provinsi Hubei.
๐๐ฎ๐ท๐๐ช๐ด๐ฒ๐ฝ ๐๐ด๐ฒ๐ซ๐ช๐ฝ ๐๐ท๐ฏ๐ฎ๐ด๐ผ๐ฒ ๐ฅ๐ฒ๐ป๐พ๐ผ ๐๐ธ๐ป๐ธ๐ท๐ช
Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, Corona virus menyerang sistem pernapasan. Dampak dari infeksi virus ini ada yang bersifat ringan hingga berat sekalipun hingga menyebabkan kematian pada penderitanya.
Berikut ini adalah 3 (tiga) jenis penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus Corona untuk Anda waspadai.
1.ย Middle East Respiratory Syndromeย (MERS)
Penyakit akibat infeksiย Coronavirusย yang pertama adalahย Middle east respiratory syndromeย atau disingkat MERS.
Penyakit yang pertama kali muncul di negara Arab Saudi dan sejumlah negara Timur Tengah lainnya (itu sebabnya penyakit ini dinamai MERS) pada tahun 2012 tersebutโsebagaimana dilansir dariย WebMDโtelah menyebabkan 858 orang meninggal dunia.
Jumlah korban tewas MERS tersebut termasuk dari negara-negara lainnya di luar Saudi Arabia dan sekitarnya, termasuk Amerika Serikat.
2.ย Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS)
Jauh sebelum wabah MERS muncul, tepatnya di tahun 2003, ada juga penyakit berbahaya lainnya yang disebabkan oleh infeksi Coronavirus.
Adalah SARS, atauย Severe Acute Respiratory Syndrome.ย Sama seperti MERS, penyakit ini telah memakan banyak korban jiwa, tepatnya 774 orang dari berbagai negara di Asia, Amerika Utara, Amerika Selatan, dan Eropa. Wabah penyakit SARS baru dinyatakan berakhir pada tahun 2015, berdasarkan tidak adanya laporan kasus yang diterima.
3.ย Wuhan Corona virus
Sesuai dengan namanya, wabah virus Corona yang satu ini berasal dari kota Wuhan di Provinsi Hubei, China.
Badan Kesehatan Dunia WHO selanjutnya memberi nama virus iniย novel Coronavirusย (2019-nCoV). Tercatat sudah ada 18 orang meninggal dunia akibat infeksiย Wuhan Coronavirus.ย Wabah penyakit tersebut diperkirakan masih terus berlanjut seiring temuan-temuan kasus baru yang bahkan sudah sampai ke negara-negara lain.
Kendati demikian, mengutip dariย Sky News,ย WHO sendiri sampai saat ini belum memberikan status penyakit global (pandemik) pada wabah tersebut.
๐๐ช๐ป๐ช ๐๐ฎ๐ท๐พ๐ต๐ช๐ป๐ช๐ท ๐ฅ๐ฒ๐ป๐พ๐ผ ๐๐ธ๐ป๐ธ๐ท๐ช
Virus Corona dapat menular dari hewan ke manusia maupun antar manusia itu sendiri. Berikut adalah cara penularan Coronavirus yang paling umum:
Kontak langsung dengan penderita
Terpapar liur penderita (ciuman, batuk, bersin)
Menyentuh benda-benda yang terkontaminasi (kasur, bantal, guling, sofa, meja, dsb.)
๐๐ช๐ด๐ฝ๐ธ๐ป ๐ก๐ฒ๐ผ๐ฒ๐ด๐ธ ๐ฅ๐ฒ๐ป๐พ๐ผ ๐๐ธ๐ป๐ธ๐ท๐ช
Corona virus bisa menyerang siapa saja, tak peduli usia maupun jenis kelamin. Akan tetapi, ada sejumlah faktor risiko yang membuat seseorang lebih rentan terinfeksi virus ini, yaitu:
Orang lanjut usia ,anak-anak, dan orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah
๐๐ฒ๐ป๐ฒ ๐ญ๐ช๐ท ๐๐ฎ๐ณ๐ช๐ต๐ช ๐ฅ๐ฒ๐ป๐พ๐ผ ๐๐ธ๐ป๐ธ๐ท๐ช
Infeksi Coronavirus ditandai oleh gejala yang awalnya tampak seperti gejala flu pada umumnya. Berikut adalah gejala virus Corona yang harus Anda waspadai:
-Demam
-Hidung tersumbat
-Batuk
-Sakit tenggorokan
Tidak adanya perbedaan gejala antara infeksi Coronavirus dengan infeksi virus flu biasa (Rhinovirus) ini membuat Anda untuk sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter apabila mengalami gejala-gejala tersebut, terutama jika gejala sudah berlangsung dalam waktu yang cukup lama dan tak kunjung sembuh setelah diberikan obat-obatan umum.
๐๐ฒ๐ช๐ฐ๐ท๐ธ๐ผ๐ฒ๐ผ ๐ฅ๐ฒ๐ป๐พ๐ผ ๐๐ธ๐ป๐ธ๐ท๐ช
Guna memastikan apakah keluhan yang Anda alami terkait denganย Coronavirus,ย dokter perlu melakukan serangkaian prosedur pemeriksaan, yang meliputi:
Anamnesis,ย adalah tahapan di mana dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan kepada pasien terkait dengan keluhan yang dirasakan
Pemeriksaan fisik,ย adalah tahapan di mana dokter akan memeriksa kondisi fisik pasien yang sekiranya dapat mengarah pada adanya infeksi. Di tahap ini, pasien juga diperiksa tekanan darah, tinggi, dan berat badannya
Pemeriksaan penunjang,ย adalah tahap lanjutan untuk menguatkan hasil diagnosis. Jenis pemeriksaan penunjang yang umum dilakukan seperti uji sampel darah dan biopsi sampel liur
Pengobatan Infeksi Virus Corona
Khusus infeksi virus 2019-nCoV, para ilmuwan sampai saat ini belum menemukan vaksin yang dapat melawan serangannya, mengingat wabahnya terbilang baru.
Satu-satunya yang bisa dilakukan adalah dengan melakukan penanganan medis sedini mungkin sebelum kondisi bertambah parah. Oleh sebab itu, penting bagi Anda untuk segera memeriksakan diri ke dokter jika merasa mengalami gejala infeksi seperti yang sudah disebutkan di atas, terlebih jika Anda memiliki faktor risikonya.
Beberapa cara mengobati infeksiย Wuhan Coronavirusย adalah sebagai berikut:
-Pemberian obat-obatan khusus flu dan demam (aspirin, ibuprofen, acetaminophen.)
-Perbanyak asupan cairan ke dalam tubuh
-Istirahat yang cukup
-Guna menghindari penyebaran virus lebih luas, dokter mungkin saja akan menyarankan pasien untuk diisolasi di ruangan khusus selama masa pengobatan.
๐๐ฎ๐ท๐ฌ๐ฎ๐ฐ๐ช๐ฑ๐ช๐ท ๐๐ท๐ฏ๐ฎ๐ด๐ผ๐ฒ ๐ฅ๐ฒ๐ป๐พ๐ผ ๐๐ธ๐ป๐ธ๐ท๐ช
Infeksi Corona virus dapat dicegah dengan cara-cara seperti berikut ini:
https://aceh.tribunnews.com/2020/03/19/kementerian-riset-dan-teknologi-berbagi-tips-pencegahan-virus-corona
๐๐ธ๐ถ๐น๐ต๐ฒ๐ด๐ช๐ผ๐ฒ ๐๐ท๐ฏ๐ฎ๐ด๐ผ๐ฒ ๐ฅ๐ฒ๐ป๐พ๐ผ ๐๐ธ๐ป๐ธ๐ท๐ช
Virus ini jika tidak segera ditangani dapat menimbulkan komplikasi serius berupa:
-Infeksi paru-paru (pneumonia)
-Kematian
Itu dia informasi mengenaiย Coronavirusย yang perlu Anda ketahui.
Informasi kesehatan ini telah ditinjau oleh dr. Jati Satriyo
๐ฅ๐ถ๐๐ถ ๐๐๐๐ถ๐๐ ๐๐๐๐๐ฝ๐ถ๐๐ถ๐ ๐น๐ถ๐ ๐๐๐๐ถ๐ ๐๐ถ๐๐ ๐ถ๐น๐ถ, ๐๐ถโข